Skip to main content

Bioteknologi Sebagai wadah minat bakat Mahasiswa

Oleh : Arrahmah Larasati

Alam semesta merupakan ciptaan yang paling mengagumkan yang mampu dinikmati oleh seluruh makhluk hidup yang ada. Alam semesta sebagai pusat daur kehidupan manusia, terutama sebagai supply kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memerlukan alam sebagai penyedia sumber daya yang mampu dimanfaatkan manusia guna mengembangkan ilmu pengetahuan untuk melengkapi kebutuhan dan keperluan sehari-hari. Dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan yang memanfaatkan keunggulan dan potensi alamiah, bioteknologi mengambil peran yang amat besar. Nah tentunya guna mengklarifikasi hal ini, kita perlu tau apa sih bioteknologi itu? Dan manfaat yang dihasilkannya juga bagaimana? Kemudian sebagai mahasiswa, bagaimana peran bioteknologitersebut? Nah beberapa poin inilah yang akan penulis bahas dalam tulisan singkat ini.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus dan lain sebagainya, termasuk enzim dan alkohol dari produk makhluk hidup dalam proses produksi dalam menghasilkan barang dan juga jasa. Sebagai ilmu yang mengakaji potensi makhluk hidup untuk dimanfaatkan sebagai pelengkap kebutuhan manusia, bioteknologi memberi gambaran dasar kepada manusia bahwa setiap makhluk hidup diciptakan dengan tujuan masing-masing.

Terlepas dari perkembangan ilmu penegtahuan dewasa ini, Perkembangan bioteknologi zaman sekarang tidak terbatas biologi saja, tapi juga penerapan pada cabang ilmu terapan murni yang lain seperti biokimia, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, biokimia, matematika dan cabang ilmu yang lain sebagainya. Sehingga biotekonologi dapat disimpulkan sebagai ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang atau juga jasa.

Tentunya sebagai fasilitator ilmu dasar mengenai pemanfaatan makhluk hidup, bioteknologi memfasilitasi penguasaan bidang alamiah (terkhususnya use of nature in general) dapat dijadikan wadah penampung minat dan bakat mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang akademis maupun aktifis, penyaluran minat dan bakat serta keingin tahuan dapat ditampung dan di alokasikan menjadi kegiatan yang bermanfaat. Tidak sedikit mahasiwa yang tertarik dalam ilmu pemanfaatan alam ini, sehingga bioteknologi dapat dijadikan wadah utama dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Sebagai contoh, mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang perkembangan teknologi alam (pertanian/perkebunan) dapat dikumpulkan untuk mendapatkan penataran pemanfaatan alam. Dengan diadakannya seminar ataupun kuliah umum, dapat menarik minat mahasiwa terhadap bidang tersebut. Bioteknologi yang mengkaji bukan sebatas pemanfaatan alam, namun juga melingkup potensi besar yang mampu dihasilkan manusia melalui medianya.

Maka daripda itu, dapat disimpulkan, bahwa bioteknologi dapat dijadikan wadah penampungan bakat dan minat mahasiswa agar terkumpulnya mahasiwa yang peduli akan perkembangan alam. Baik bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern mampu menjadi wadah yang tepat dalam penyalurannya. Dengan tulisan singkat ini, penulis berusaha menyapaikan masukan dan saran bagi pembaca, bahwa mahasiswa perlu aktif, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis dan bioteknologi adalah salah satu caranya.

 

Fakta Tentang GMO (Genetically Modified Organism)

Oleh : Nisa

 

GMO atau Genetically Modified Organism merupakan organisme yang berasal dari hasil rekayasa genetika. Metode rekayasa tersebut mungkin akan sangat menguntungkan terutama salah satunya dibidang pertanian. Namun apakah kamu pernah dengar sebelumnya jika hal tersebut sering menjadi perbincangan di masyarakat? Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa makanan yang bersumber dari GMO biasanya dianggap tak sehat oleh masyarakat. Ada juga yang mengatakan kalau GMO itu bisa memacu kanker. Namun, benar tidak sih tuduhan mereka tentang GMO tersebut? kita lihat penjelasan berikutnya lebih lanjut.

Sebenernya, orang yang menganggap bahwa tanaman GMO berbahaya itu salah dalam mendefinisikannya. Mereka menganggap kalau GMO adalah tanaman yang dihasilkan dari mutasi genetic. Padahal, sejak manusia pertama kali bercocok tanam, mereka udah mulai memodifikasi genetik tanaman lho. Tidak harus canggih dalam prosesnya, hanya mengawinsilangkan tanaman juga sudah termasuk memodifikasi gen kok. Teknologi transgenik telah menghasilkan tanaman yang tahan terhadap hama, salah satunya kapas Bt. Tanaman kapas tersebut sudah diinsersi gen bakteri Bacillus thuringinesis hingga bisa tahan terhadap hama. Sekarang, gen Bt udah diaplikasikan ke tanaman jagung, padi, dan tanaman pangan lain.

Lewat teknologi ini, zat kimia untuk mencegah hama tak lagi diperlukan. Melalui teknologi transgenik dan mutasi, kita bisa memodifikasi fitur tanaman secara efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas bahan pangan. Banyak orang yang tak suka dengan pengembangan GMO. Pasalnya, tanaman ini dinilai bisa merusak ekosistem dan juga berbahaya dikonsumsi orang yang memiliki alergi tertentu. Makanya, buat mencegah hal ini, produk GMO harus menyantumkan keterangan produk soal asal-usul GMO tersebut. Jadi sebelum membeli, kamu bisa baca dulu apa aja yang terkandung di dalamnya.

 

Tentang Stem Cell

Oleh : Yudiansyah

Stem cell  berasal dari kata stem yang berarti batang dan cell yang berarti sel. Istilah stem cell atau sel punca diperkenalkan pertama kali oleh ahli histologi asal Rusia, Alex Ander Maksimov (1874-1928), pada kongres hematologi tahun 1908 di Berlin.  Stem cell (Sel punca) adalah sel yang belum terspesialisasi dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel tubuh lainnya. Pada awal kehidupan, manusia terbentuk dari 2 sel yaitu, sel spermatozoa dan sel ovum. Pada fertilisasi spermatozoa dan sel ovum melebur menjadi satu sel dan kemudian membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel dan seterusnya. Selanjutnya sel sel tersebut berdiferensiasi, terspesifikasi dan berkembang menjadi organ tubuh manusia. Sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi sel lain yang berbeda.

Berdasarkan sumbernya, sel punca dibagi menjadi dua jenis, yaitu embryonic stem cell dan adult stem cell yang masing-masing mempunyai fungsi dan karakter yang berbeda. Embryonic stem cell. Sel punca ini berasal dari inner cell mass pada blastocyst (stadium embrio yang terdiri dari 50 – 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic sel punca biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak terpakai pada IVF (in vitro fertilization). Penelitian dengan menggunakan embryonic sel punca masih terbatas karena isu etik. Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etik terhadap embryonic stem cell. Penggunaan dan pengembangan sel punca dalam bidang penelitian dan aplikasinya diklinik dalam rangka mengobati penyakit tidak terlepas dari masalah etik yang mungkin membayanginya, khususnya penggunaan dan pemanfaatan sel punca yang berasal dari embrio (embryonic stem cells).

Stem sel dapat mengobati berbagai penyakit baik degenaratif maupun penyakit kelainan. Stem sel juga dapat menggantikan sel-sel yang rusak dengan sel-sel baru, yang mana stem sel yang belum berdeferensiasi diaktivasi menjadi sel-sel yang lebih spesifik dan menggantikan sel yang telah rusak. Sejauh ini, stem sel digunakan sebagai Skin Replacement untuk terapi ulkus vena ataupun luka bakar, Penyakit Parkinson, Diabetes, Penyakit Jantung, dan Stroke.

Stem sel merupakan sebuah anugrah paling menakjubkan di abad ini baik itu didunia kedokteran, farmakologi dan lain-lain. Namun dibalik bergabagai manfaat tersebut, stem sel sempat menjadi kontroversi dan diperdebatkan diberbagai  negara kerena sumbernya yang diambil dari embrio dan kloning manusia .

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *