Skip to main content

Hewan Transgenik

 

Hewan Transgenik

 

Hewan transgenik adalah hewan dimana dengan sengaja telah dimodifikasi genome-nya, gen disusun dari suatu organisme yang dapat mewarisi karakteristik tertentu. Hewan transgenik dikembangkan dengan 3 cara, yaitu mikroinjeksi DNA, transfer gen dengan media retrovirus dan transfer gen dengan media sel cangkokan embrionik. Mikroinjeksi DNA dilakukan dengan melakukan injeksi langsung gen terpilih yang diambil dari anggota lain dalam spesies yang sama ataupun berbeda ke dalam pronukleus ovum yang telah dibuahi. Transfer gen dengan media retrovirus menggunakan retrovirus sebagai vector, kemudian menginjeksikan DNA ke dalam sel inang. DNA dari retrovirus berintegrasi ke dalam germ untuk bekerja. Transfer gen dengan media sel cangkokan embrionik diaplikasikan dengan menggunakan sequence DNA yang diharapkan muncul ke dalam kultur in vitro sel cangkokan embrionik. Sel cangkokan dapat menjadi organisme lengkap. Sel kemudian berikatan dalam embrio pada tahap perkembangan blastosit.

Tujuan dari hewan transgenik adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan produktivitas ternak

seperti konversi pakan, rataan, pertambahan berat badan, mereduksi kandungan lemak, meningkatkan kualitas daging, susu, wool secara cepat sehingga dapat mengurangi biaya produksi yang harus ditanggung konsumen.

  1. Meningkatkan kesehatan ternak

Aplikasi dari teknologi transgenik juga digunakan untuk memperbaiki kesehatan ternak. Beberapa pendekatan dilakukan untuk meningkatkan resistensi ternak terhadap suatu penyakit dan pembentukan antibodi.

  1. Bioreaktor untuk produk-produk biomedis

Ternak transgenik memegang peran panting dalam menghasilkan produk-produk untuk pengobatan penyakit. Ribuan orang mengambil keuntungan dari produk-produk biomedik yang dihasilkan. Dari ternak transgenik. Contoh : insulin untuk pengobatan penyakit diabetes dan oksitoksin untuk merangsang kelahiran, dll.

 

Dari keuntungan-keuntugan yang telah di sebutkan diatas produk hewan transgenik masih menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat umum dan para ilmuawan khususnya diantaranya adalah :

  1. menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan keselamatan hewan. Masalah yang umunya terjadi adalah kehamilan yang terlambat atau terlalu dini, kematian saat kelahiran, jarak kematian setelah kelahiran yang singkat, masa hidup yang singkat, obesitas dan berbagai macam cacat tubuh.
  2. Resiko utama adalah kepunahan dari jenis hewan alami, hal ini dikarenakan manusia terus mengembangbiakkan hewan hasil rekayasa sehingga hewan alaminya mulai tersisihkan kemudian punah.
  3. Keseimbangan alam lain yang terganggu adalah rantai makanan dan seleksi alam, di mana yang dapat  bertahan hidup hanya hewan hasil rekayasa.
  4. Hewan transgenik yang dilepaskan ke alam bebas juga diperkirakan dapat menyebabkan mutasi alam, terutama apabila gen yang disisipkan dapat berpindah kepada organisme lainnya.
  5. Dampak lain juga terdapat pada bidang sosial dan politik. Akan terjadi kesenjangan sosial antara negara yang maju dan menggunakan pangan transgenik dan negara berkembang. Hal ini juga akan memicu ketergantungan pangan oleh negara berkembang terhadap negara maju. Secara politik, ketergantungan ini dapat merugikan negara-negara berkembang. Masalah sosial-politik ini dapat memicu kembali masalah negara barat dan negara timur.

Tentang Stem Cell

Tentang Stem Cell – Oleh : Yudiansyah

Stem cell  berasal dari kata stem yang berarti batang dan cell yang berarti sel. Istilah stem cell atau sel punca diperkenalkan pertama kali oleh ahli histologi asal Rusia, Alex Ander Maksimov (1874-1928), pada kongres hematologi tahun 1908 di Berlin.  Stem cell (Sel punca) adalah sel yang belum terspesialisasi dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel tubuh lainnya. Pada awal kehidupan, manusia terbentuk dari 2 sel yaitu, sel spermatozoa dan sel ovum. Pada fertilisasi spermatozoa dan sel ovum melebur menjadi satu sel dan kemudian membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel dan seterusnya. Selanjutnya sel sel tersebut berdiferensiasi, terspesifikasi dan berkembang menjadi organ tubuh manusia. Sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi sel lain yang berbeda.

Berdasarkan sumbernya, sel punca dibagi menjadi dua jenis, yaitu embryonic stem cell dan adult stem cell yang masing-masing mempunyai fungsi dan karakter yang berbeda. Embryonic stem cell. Sel punca ini berasal dari inner cell mass pada blastocyst (stadium embrio yang terdiri dari 50 – 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic sel punca biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak terpakai pada IVF (in vitro fertilization). Penelitian dengan menggunakan embryonic sel punca masih terbatas karena isu etik. Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etik terhadap embryonic stem cell. Penggunaan dan pengembangan sel punca dalam bidang penelitian dan aplikasinya diklinik dalam rangka mengobati penyakit tidak terlepas dari masalah etik yang mungkin membayanginya, khususnya penggunaan dan pemanfaatan sel punca yang berasal dari embrio (embryonic stem cells).

Stem sel dapat mengobati berbagai penyakit baik degenaratif maupun penyakit kelainan. Stem sel juga dapat menggantikan sel-sel yang rusak dengan sel-sel baru, yang mana stem sel yang belum berdeferensiasi diaktivasi menjadi sel-sel yang lebih spesifik dan menggantikan sel yang telah rusak. Sejauh ini, stem sel digunakan sebagai Skin Replacement untuk terapi ulkus vena ataupun luka bakar, Penyakit Parkinson, Diabetes, Penyakit Jantung, dan Stroke.

Stem sel merupakan sebuah anugrah paling menakjubkan di abad ini baik itu didunia kedokteran, farmakologi dan lain-lain. Namun dibalik bergabagai manfaat tersebut, stem sel sempat menjadi kontroversi dan diperdebatkan diberbagai  negara kerena sumbernya yang diambil dari embrio dan kloning manusia .

 

Fakta Tentang GMO (Genetically Modified Organism)

Fakta Tentang GMO (Genetically Modified Organism) – Oleh: Nisa

GMO atau Genetically Modified Organism merupakan organisme yang berasal dari hasil rekayasa genetika. Metode rekayasa tersebut mungkin akan sangat menguntungkan terutama salah satunya dibidang pertanian. Namun apakah kamu pernah dengar sebelumnya jika hal tersebut sering menjadi perbincangan di masyarakat? Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa makanan yang bersumber dari GMO biasanya dianggap tak sehat oleh masyarakat. Ada juga yang mengatakan kalau GMO itu bisa memacu kanker. Namun, benar tidak sih tuduhan mereka tentang GMO tersebut? kita lihat penjelasan berikutnya lebih lanjut.

Sebenernya, orang yang menganggap bahwa tanaman GMO berbahaya itu salah dalam mendefinisikannya. Mereka menganggap kalau GMO adalah tanaman yang dihasilkan dari mutasi genetic. Padahal, sejak manusia pertama kali bercocok tanam, mereka udah mulai memodifikasi genetik tanaman lho. Tidak harus canggih dalam prosesnya, hanya mengawinsilangkan tanaman juga sudah termasuk memodifikasi gen kok. Teknologi transgenik telah menghasilkan tanaman yang tahan terhadap hama, salah satunya kapas Bt. Tanaman kapas tersebut sudah diinsersi gen bakteri Bacillus thuringinesis hingga bisa tahan terhadap hama. Sekarang, gen Bt udah diaplikasikan ke tanaman jagung, padi, dan tanaman pangan lain.

Lewat teknologi ini, zat kimia untuk mencegah hama tak lagi diperlukan. Melalui teknologi transgenik dan mutasi, kita bisa memodifikasi fitur tanaman secara efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas bahan pangan. Banyak orang yang tak suka dengan pengembangan GMO. Pasalnya, tanaman ini dinilai bisa merusak ekosistem dan juga berbahaya dikonsumsi orang yang memiliki alergi tertentu. Makanya, buat mencegah hal ini, produk GMO harus menyantumkan keterangan produk soal asal-usul GMO tersebut. Jadi sebelum membeli, kamu bisa baca dulu apa aja yang terkandung di dalamnya.

 

 

Yukk mengenal minuman sehat yakult !

Yukk mengenal minuman sehat yakult !

Yakult
Yukk mengenal minuman sehat yakult ! – Oleh : Firmania

Apa sih yakult itu ?

Yakut adalah supelmen makanan berbentuk minuman pribiotik· Yakult mengandung bakteri baik lactobacilius casei shirota strain, biasanya ada lebih dari 6,5 miliyar bakteri dalam tiap bakteri· Wahhh,,, banyaknya· Fungsi dari minuman ini adalalah untuk mencegah dan mengobati ganguan pencernaan· Minuman ini juga digunakan untuk mencegah flu dan pilek lho, serta mencegah infeksi pada infeksi pernafasan pada anak-anak· Jadi intinya yakult membantu dan menjaga kesehatan pencernaan juga membangun dan menjaga daya tahan tubuh·

Cara aturan minumnya bagaimana ? minumnya cuku satu botol sehari guys· Satu aja sudah cukup menikmati manfaatnya loh, tapi minum dua botol juga ngak apa-apa kok, tapi minum secukupnya ·Cara menyimpan minuman ini biar awet adalah disimpan pada lemari pendingin dengan suhu  dibawah 10° c selama 40 hari sejak tanggal pembuatannnya·

Minum yakult ini tidak ada efek sampingnya guys,, jadi aman· Mungkin bagi yang pertama kali minum akan mengalami kembung  yang biasanya pada minggu pertama·Atau pada orang tertentu akan menyebabkan sakit perut, diare ataupun sembelit· Tidak semua orang mengalami hal seperti itu ya, bagi yang mengalami hal tersebut harap konsultasikan ke dokter· Selain aman untuk anak-anak yakult juga aman untuk ibu hamil dan menyusui kok·

Perlu diketahui nih, yakult mengandung gula kurang lebih 10 gram per takaran saji 65 ml, jadi buat penderita diabetes konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengkonsumsinya· Dan juga yakult mengandung laktosa dari susu sai, jadi yang intoleran terhadap laktosa, konsultasi  juga dengan dokter·

 

Bioteknologi Sebagai wadah minat bakat Mahasiswa

Oleh : Arrahmah Larasati

Alam semesta merupakan ciptaan yang paling mengagumkan yang mampu dinikmati oleh seluruh makhluk hidup yang ada. Alam semesta sebagai pusat daur kehidupan manusia, terutama sebagai supply kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memerlukan alam sebagai penyedia sumber daya yang mampu dimanfaatkan manusia guna mengembangkan ilmu pengetahuan untuk melengkapi kebutuhan dan keperluan sehari-hari. Dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan yang memanfaatkan keunggulan dan potensi alamiah, bioteknologi mengambil peran yang amat besar. Nah tentunya guna mengklarifikasi hal ini, kita perlu tau apa sih bioteknologi itu? Dan manfaat yang dihasilkannya juga bagaimana? Kemudian sebagai mahasiswa, bagaimana peran bioteknologitersebut? Nah beberapa poin inilah yang akan penulis bahas dalam tulisan singkat ini.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, fungi, virus dan lain sebagainya, termasuk enzim dan alkohol dari produk makhluk hidup dalam proses produksi dalam menghasilkan barang dan juga jasa. Sebagai ilmu yang mengakaji potensi makhluk hidup untuk dimanfaatkan sebagai pelengkap kebutuhan manusia, bioteknologi memberi gambaran dasar kepada manusia bahwa setiap makhluk hidup diciptakan dengan tujuan masing-masing.

Terlepas dari perkembangan ilmu penegtahuan dewasa ini, Perkembangan bioteknologi zaman sekarang tidak terbatas biologi saja, tapi juga penerapan pada cabang ilmu terapan murni yang lain seperti biokimia, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, biokimia, matematika dan cabang ilmu yang lain sebagainya. Sehingga biotekonologi dapat disimpulkan sebagai ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang atau juga jasa.

Tentunya sebagai fasilitator ilmu dasar mengenai pemanfaatan makhluk hidup, bioteknologi memfasilitasi penguasaan bidang alamiah (terkhususnya use of nature in general) dapat dijadikan wadah penampung minat dan bakat mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang akademis maupun aktifis, penyaluran minat dan bakat serta keingin tahuan dapat ditampung dan di alokasikan menjadi kegiatan yang bermanfaat. Tidak sedikit mahasiwa yang tertarik dalam ilmu pemanfaatan alam ini, sehingga bioteknologi dapat dijadikan wadah utama dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Sebagai contoh, mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang perkembangan teknologi alam (pertanian/perkebunan) dapat dikumpulkan untuk mendapatkan penataran pemanfaatan alam. Dengan diadakannya seminar ataupun kuliah umum, dapat menarik minat mahasiwa terhadap bidang tersebut. Bioteknologi yang mengkaji bukan sebatas pemanfaatan alam, namun juga melingkup potensi besar yang mampu dihasilkan manusia melalui medianya.

Maka daripda itu, dapat disimpulkan, bahwa bioteknologi dapat dijadikan wadah penampungan bakat dan minat mahasiswa agar terkumpulnya mahasiwa yang peduli akan perkembangan alam. Baik bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern mampu menjadi wadah yang tepat dalam penyalurannya. Dengan tulisan singkat ini, penulis berusaha menyapaikan masukan dan saran bagi pembaca, bahwa mahasiswa perlu aktif, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis dan bioteknologi adalah salah satu caranya.

 

Fakta Tentang GMO (Genetically Modified Organism)

Oleh : Nisa

 

GMO atau Genetically Modified Organism merupakan organisme yang berasal dari hasil rekayasa genetika. Metode rekayasa tersebut mungkin akan sangat menguntungkan terutama salah satunya dibidang pertanian. Namun apakah kamu pernah dengar sebelumnya jika hal tersebut sering menjadi perbincangan di masyarakat? Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa makanan yang bersumber dari GMO biasanya dianggap tak sehat oleh masyarakat. Ada juga yang mengatakan kalau GMO itu bisa memacu kanker. Namun, benar tidak sih tuduhan mereka tentang GMO tersebut? kita lihat penjelasan berikutnya lebih lanjut.

Sebenernya, orang yang menganggap bahwa tanaman GMO berbahaya itu salah dalam mendefinisikannya. Mereka menganggap kalau GMO adalah tanaman yang dihasilkan dari mutasi genetic. Padahal, sejak manusia pertama kali bercocok tanam, mereka udah mulai memodifikasi genetik tanaman lho. Tidak harus canggih dalam prosesnya, hanya mengawinsilangkan tanaman juga sudah termasuk memodifikasi gen kok. Teknologi transgenik telah menghasilkan tanaman yang tahan terhadap hama, salah satunya kapas Bt. Tanaman kapas tersebut sudah diinsersi gen bakteri Bacillus thuringinesis hingga bisa tahan terhadap hama. Sekarang, gen Bt udah diaplikasikan ke tanaman jagung, padi, dan tanaman pangan lain.

Lewat teknologi ini, zat kimia untuk mencegah hama tak lagi diperlukan. Melalui teknologi transgenik dan mutasi, kita bisa memodifikasi fitur tanaman secara efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas bahan pangan. Banyak orang yang tak suka dengan pengembangan GMO. Pasalnya, tanaman ini dinilai bisa merusak ekosistem dan juga berbahaya dikonsumsi orang yang memiliki alergi tertentu. Makanya, buat mencegah hal ini, produk GMO harus menyantumkan keterangan produk soal asal-usul GMO tersebut. Jadi sebelum membeli, kamu bisa baca dulu apa aja yang terkandung di dalamnya.

 

Tentang Stem Cell

Oleh : Yudiansyah

Stem cell  berasal dari kata stem yang berarti batang dan cell yang berarti sel. Istilah stem cell atau sel punca diperkenalkan pertama kali oleh ahli histologi asal Rusia, Alex Ander Maksimov (1874-1928), pada kongres hematologi tahun 1908 di Berlin.  Stem cell (Sel punca) adalah sel yang belum terspesialisasi dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan sel tubuh lainnya. Pada awal kehidupan, manusia terbentuk dari 2 sel yaitu, sel spermatozoa dan sel ovum. Pada fertilisasi spermatozoa dan sel ovum melebur menjadi satu sel dan kemudian membelah menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel dan seterusnya. Selanjutnya sel sel tersebut berdiferensiasi, terspesifikasi dan berkembang menjadi organ tubuh manusia. Sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai kemampuan untuk berkembang menjadi sel lain yang berbeda.

Berdasarkan sumbernya, sel punca dibagi menjadi dua jenis, yaitu embryonic stem cell dan adult stem cell yang masing-masing mempunyai fungsi dan karakter yang berbeda. Embryonic stem cell. Sel punca ini berasal dari inner cell mass pada blastocyst (stadium embrio yang terdiri dari 50 – 150 sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic sel punca biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak terpakai pada IVF (in vitro fertilization). Penelitian dengan menggunakan embryonic sel punca masih terbatas karena isu etik. Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etik terhadap embryonic stem cell. Penggunaan dan pengembangan sel punca dalam bidang penelitian dan aplikasinya diklinik dalam rangka mengobati penyakit tidak terlepas dari masalah etik yang mungkin membayanginya, khususnya penggunaan dan pemanfaatan sel punca yang berasal dari embrio (embryonic stem cells).

Stem sel dapat mengobati berbagai penyakit baik degenaratif maupun penyakit kelainan. Stem sel juga dapat menggantikan sel-sel yang rusak dengan sel-sel baru, yang mana stem sel yang belum berdeferensiasi diaktivasi menjadi sel-sel yang lebih spesifik dan menggantikan sel yang telah rusak. Sejauh ini, stem sel digunakan sebagai Skin Replacement untuk terapi ulkus vena ataupun luka bakar, Penyakit Parkinson, Diabetes, Penyakit Jantung, dan Stroke.

Stem sel merupakan sebuah anugrah paling menakjubkan di abad ini baik itu didunia kedokteran, farmakologi dan lain-lain. Namun dibalik bergabagai manfaat tersebut, stem sel sempat menjadi kontroversi dan diperdebatkan diberbagai  negara kerena sumbernya yang diambil dari embrio dan kloning manusia .

 

Potensi Mikroalga sebagai Sumber Pangan Fungsional di Indonesia

Oleh : Isro’ul

Beberapa tahun trakhir, dunia mengalami gejolak krisis pangan, energi, dan air bersih. Banyak negara besar mengalami penurunan angka pendapatan, sementara populasi penduduk semakin meningkat. Krisis di Eropa, Amerika, dan beberapa negara belahan lain memberikan dampak secara tidak langsung kepada kebutuhan pangan dunia, termasuk Indonesia. Harga pangan semakin naik seiring kenaikan beberapa bahan baku lainnya. Kasus malnutrisi di Indonesia terus naik. Diperlukan pengembangan sumber pangan fungsional yang dapat diproduksi secara cepat, feasibel, sustainabel, dan memeunhi kebutuhan nutrisi bagi masyarakat. Mikroalga adalah tanaman bersel satu yang tumbuh di air dan menggunakan reaksi fotosintesis untuk menghasilkan biomassa. Mikroalga seperti Spirulina platensis memiliki kandungan protein yang tinggi. Mikroalga ini juga memiliki kandungan vitamin sertam mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Mikroalga sebagai Sumber Protein

Dalam kurun dekade belakangan ini mikroalga dapat dijumpai di pasaran dalam bentuk tablet, kapsul, minuman kaleng, permen, dan dicampur dalam pangan lain untuk meningkatkan nilai nutrisi dan rasanya. Mikroalga yang sering dijumpai adalah dari jenis Arthosphira, Chlorella, D. salina, dan A, phanizomenon flos-aquae. perbandingan kadar protein, karbohidrat dan lipid dari mikroalga yang diproduksi komersial dibanding sumber makanan lain. S. platensis (Arthospira) merupakan mikroalga dengan protein tertinggi dibanding sumber lain. Arthospira, atau yang sering disebut sebagai Spirulina, digunakan sebagai pangan karena nilai nutrisi dari proteinnya yang cukup tinggi. Lebih jauh lagi, mikroalga ini memiliki senyawa yang dapat menyehatkan tubuh. Diantaranya adalah: mengurangi risiko hiperlipidemia, hipertensi, menjaga dari penyakit gagal ginjal, meningkatkan kinerja lactobasilus dalam tubuh.

Mikroalga sebagai Sumber Vitamin

Selain menjanjikan sebagai sumber pangan, mikroalga juga dapat digunakan sebagai sumber vitamin yang baik digunakan sebagai asupan tambahan yang diperlukan oleh tubuh. Salah satu mikroalga yang dapat mensintesis senyawa alami menjadi sumber vitamin adalah jenis Spirulina, Nanochloropsis, Chlorella, dan beberapa jenis mikroalga lainnya. Nanochloropsis dapat dimanfaatkan sebagai sumber vitamin E dengan memodifikasi kondisi pertumbuhannya. Nanochlorpsis oculata adalah mikroalga air laut uniseluer dari kelas Eustigmato phycae. Mikroalga lain seperti Spirulina juga dapat menyediakan vitamin B12.

Mikroalga sebagai Sumber Pigmen Alami

Mikroalga merupakan sumber pigmen alami yang aman digunakan sebagai zat aditif maupun dalam kosmetik. Beberapa mikroalga dapat menghasilkan pigmen selain dari pigmen hijau yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Beberapa pigmen yang umum digunakan dalam industry adalah klorofil, phycobiliprotein dan karotenoid. Klorofil dapat dijumpai di hampir semua mikroalga, dan tersusun atas lebih dari satu jenis klorofil, seperti klorofil-a, klorofil-b, klorofil-c, -d dan –e. klorofil-a adalah klorofil primer yang hampir dijumpai di sebagian besar mikroalga, dan merupakan satu satunya klorofil yang dimiliki mikroalga jenis cyanobacteria serta rhodophyta. Sumber pigmen lainnya adalah fikosianin. Fikosianin merupakan pigmen biru yang kebanyakan ditemui pada jenis cyanobakteria. Lebih jauh lagi, fikosianin dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, anti-kanker, dan pewarna pada industri farmasi, permen, soft drink, kosmetik, dan beberapa industri berbasis bioteknologi lainnya.

Mikroalga sebagai Pangan Fungsional Nasional

Indonesia merupakan negara tropis yang dilalui garis khatulistiwa dan hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Kondisi ini membuat tanaman fotosintesis, termasuk mikroalga, dapat tumbuh subur karena mendapat sinar mathari yang cukup, yakni rata-rata 12 jam per hari untuk area. Selain itu potensi laut yang ada di Indonesia membuat potensi mikroalga ini menjadi semakin besar jika dibudidayakan di sekitar daerah pantai. Mikroalga memiliki waktu panen yang cukup cepat jika dibandingkan dengan tanaman lain. Berdasarkan Tabel 4, produktivitas dan kandungan protein dari Spirulina platensis cenderung tinggi dibanding komoditas lain. Namun demikian, masih diperlukan peran serta pemerintah dan swasta untuk memproduksi mikroalga untuk  pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Minimnya data mengenai kebutuhan konsumsi dalam negeri, serta minimnya informasi mengenai produk mikroalga sebagai pangan fungsional merupakan beberapa kendala produk tersebut cenderung tidak banyak dieksplore di dalam negeri. Sehingga selama ini kebutuhan mikroalga cenderung dipasok dari beberapa negara lain.

Prospek Masa Depan

Mikroalga sebagai potensi sumber ketahanan pangan nasional hendaknya terus digaungkan guna meningkatkan kebutuhan gizi dalam negeri. Trend di masa depan tentang mikroalga di Indonesia diramalkan akan terus cerah mengingat produk tersebut masih diperlukan untuk kebutuhan suplemen bagi kondumen dengan penghasilan di atas rata-rata. Potensi produksi mikroalga di Indonesia cukup tinggi mengingat daerah di Indonesia dilalui garis khatulistiwa dan memiliki kondisi lingkungan yang bagus. Trend kedepan, diprediksi bahwa Indonesia mampu memproduksi mikroalga dalam jumlah yang cukup besar, dengan biaya lebih murah, dan produk yang dihasilkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.